Cara Tepat Untuk Investasi Saham Bagi Pemula

Cara investasi saham untuk pemula penting diketahui. Ini penting terutama bagi kamu yang ingin mulai berinvestasi di aset berharga berupa saham. Mengapa? Karena saham adalah salah satu aset investasi yang memiliki risiko tinggi.

Dengan pengetahuan cara investasi saham pemula, kamu bisa merancang strategi yang tepat untuk bisa meraih untung dalam berinvestasi. Apalagi di tengah perkembangan teknologi yang terjadi, mengetahui cara investasi yang baik, termasuk segala risikonya sangat diperlukan.

Cara investasi saham untuk pemula

Saham menjadi salah satu produk investasi pasar modal yang dapat dijadikan alternatif investasi jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan mengenai perhitungan keuntungan dan risiko yang tepat jika kamu memang tertarik kepada instrumen investasi yang satu ini.

Lantas, hal-hal apa sajakah yang perlu diketahui oleh pemula yang ingin investasi saham? Berikut langkah investasi saham untuk pemula:

Kenali dulu apa itu investasi saham dan risikonya

Sebelum berinvestasi saham, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu karakteristik investasi saham, keuntungan, termasuk risikonya. Pelajari apa itu saham, bagaimana cara investasinya, termasuk bagaimana meraih keuntungan dari saham.

Kamu bisa mengikuti seminar, workshop, membaca buku, atau belajar dari YouTube tentang cara investasi saham untuk pemula. Dengan mengetahui secara detail tentang saham, kamu bisa mengukur kemampuan termasuk risiko rugi yang bisa kamu tanggung. Sebaiknya mulailah investasi saham dari nominal rupiah yang sedikit untuk belajar.

Siapkan uang dingin yang ingin dipakai untuk investasi saham

Jangan memulai investasi saham dari uang panas, seperti pinjaman atau uang-uang yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan risiko yang cukup tinggi, akan lebih baik kamu menggunakan uang dingin untuk berinvestasi saham. Uang dingin adalah uang yang jika hilang atau berkurang nilainya, tidak akan menganggu kehidupan kamu.

Kamu bisa menggunakan uang tabungan atau uang bonus, sehingga jika terjadi sesuatu dengan harga saham yang kamu beli, kamu tetap bisa tersenyum dan menganggapnya sebagai biaya belajar. Kamu juga perlu menyiapkan uang sebagai dana awal yang biasanya diperlukan untuk membuka rekening dana nasabah di perusahaan sekuritas.

Pilihperusahaan sekuritas yang terbaik

Perusahaan sekuritas menjadi pihak perantara dalam hal jual-beli saham. Mereka akan membantu proses pembukaan rekening yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pastikan kamu memilih perusahaan sekuritas yang terdaftar di BEI dan mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu juga perlu menelusuri rekam jejak perusahaan-perusahaan tersebut supaya dapat berinvestasi saham dengan rasa nyaman dan aman.

Pilih perusahaan sekuritas yang menawarkan kemudahan dalam jual beli saham. Saat ini, dengan kemajuan teknologi, biasanya perusahaan sekuritas sudah memiliki aplikasi khusus untuk jual beli saham secara langsung. Jadi pastikan aplikasi saham yang dimiliki mudah diakses dan mudah digunakan. Pilih juha perusahaan sekuritas yang menarik fee jual dan fee beli saham paling rendah.

Beberapa perusahaan sekuritas yang bisa menjadi pilihan antara lain Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Ajaib Sekuritas, Indo Premier, Mirae Asset, dll. Kamu bisa cek daftar perusahaan sekuritas di Indonesia di link OJK berikut ini.

Buka Rekening Dana Nasabah (RDN)

Setelah menentukan pilihan perusahaan sekuritas maka kamu perlu membuka rekening dana nasabah di perusahaan tersebut. Rekening itu diperkukan untuk melakukan transaksi jual-beli di pasar modal. Untuk membukanya, kamu perlu menyiapkan dokumen dan berkas-berkas lain yang dibutuhkan.

Dokumen pertama yang perlu disiapkan adalah KTP untuk WNI atau kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan paspor untuk WNA. Kamu juga harus memiliki NPWP terlebih dulu. Kalau masih berstatus pelajar, kamu dapat melampirkan NPWP milik orangtua. Kamu juga perlu menyiapkan fotokopi buku tabungan dan meterai sebanyak dua lembar.

Isi formulir sesuai dengan informasi sebenarnya lalu kamu dapat menyetorkan deposito awal pada RDN yang telah kamu miliki. Nilai setoran awal ini berbeda-beda, biasanya berkisar Rp100.000 hingga Rp3.000.000.

Pilih saham yang ingin dimiliki

Biasanya diperlukan waktu yang tidak begitu lama untuk membuat rekening dana nasabah. Setelah RDN dimiliki dan melakukan setoran awal, maka kamu resmi tercatat sebagai investor saham. Kamubisa langsung memilih saham untuk dibeli melalui aplikasi yang sudah disediakan oleh perusahaan sekuritas.

Namun sebelum itu, kamu perlu lebih dahulu meneliti saham-saham yang ingin kamu beli. Pastikan perusahaan tersebut memiliki kinerja keuangan yang baik. Caranya dengan melihat laporan keuangan dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kinerja serta citra perusahaan. Saham adalah investasi jangka panjang sehingga kamu perlu memikirkannya dengan baik.

Sebagai saran, di tahap awal kamu dapat memilih saham blue chip atau saham yang dimiliki oleh perusahaan dengan track record yang baik. Saham jenis ini memiliki nilai yang cenderung naik dari tahun ke tahun sehingga cocok untuk investasi jangka panjang.

Pelajari cara analisis saham

Ada 2 cara analisis saham yang saat ini banyak dikenal investor. Pertama adalah analisis teknikal yang kedua adalah analisis fundamental. Agar makin paham.

Pantau pergerakan harga saham secara rutin

Agar bisa untung dari investasi saham, maka kamu perlumemantau kondisi pasar saham secara rutin. Ini dilakukan untuk mengetahui kapan waktu beli dan jual saham yang terbaik. Waktu terbaik membeli saham adalah ketika harganya rendah atau ketika nilai saham akan naik. Sedangkan waktu jual saham terbaik adalah ketika harga mencapai puncak atau ketika harga saham yang kamu beli akan turun.

Cek informasi melalui media digital atau media sosial yang mengulas harga saham setiap hari. Dengan mengikuti perubahan harga saham, kamu bisa memutuskan untuk membeli saham lain di saat nilainya sedang turun.

Kenali aplikasi yang dipakai untuk jual beli saham secara baik

Di dunia serba digital saat ini, kamu dimudahkan untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk membeli saham. Mengandalkan smartphone , kamu bisa berinvestasi saham secara online menggunakan aplikasi. Contoh aplikasi yang bisa kamu manfaatkan untuk jual beli adalah Ajaib, MOST dari Mandiri Sekuritas, BIONS BNI Sekuritas, dan Indopremier IPOT.

Keuntungan dan risiko investasi saham

Investasi saham selain menjanjikan keuntungan juga memiliki sejumlah risiko yang harus diperhatikan. Risiko ini ada karenaada fluktuasi pada harga saham atau naik di pasar modal maupun pasar sekunder.

Perubahan harga terjadi berdasarkan tingkat permintaan dan penawaran atas suatu saham yang dipengaruhi oleh beragam faktor. Misalnya saja kinerja sebuah perusahaan, perkembangan suku bunga, perubahan nilai tukar, atau faktor non-ekonomi.

Keuntungan investasi saham

Capital gain

Capital gain menjadi keuntungan yang kamu peroleh jika kamu menjual saham lebih tinggi daripada harga kamu beli. Dengan begitu maka ada selisih antara harga beli dan harga jual sebuah saham yang akan menjadi keuntungan bagi pemilik saham tersebut.

Dividen

Keuntungan berupa dividen akan kamu dapatkan jika perusahaan dari saham yang kamu miliki mendapatkan keuntungan. Dividen adalah pembagian laba bagi para pemegang saham atau investor. Besaran keuntungan yang kamu terima tentunya disesuaikan dengan banyaknya saham yang dimiliki.

Jika kamu memiliki saham sebelum cumulative date ( cum date ) pada periode pembagian dividen maka kamu akan memperoleh keuntungan tersebut. Sebagai informasi, cum date adalah tanggal penentuan bagi para pemegang saham yang berhak menerima pembagian dividen dari perusahaan. Periodenya didasarkan pada kebijakan perusahaan, bisa sekali atau dua kali dalam setahun.

Diversifikasi

Dengan investasi saham, kamu juga bisa melakukan diversifikasi portofolio aset investasi. Diversifikasi merupakan teknik yang digunakan untuk mengurangi risiko dengan cara mengalokasikan dana ke beberapa instrumen keuangan, industri, atau kategori bisnis lainnya, misalnya obligasi dan properti.

Risiko investasi saham

Selain menjanjikan keuntungan, saham juga penuh dengan risiko. Untuk itu, perlu tahu risiko investasi saham yang bisa didapatkan oleh setiap investor.

Capital Loss

Apabila menjual saham dengan harga lebih tinggi dibandingkan harga beli, kamu sebagai investor akan mendapatkan keuntungan berupa capital gain . Sebaliknya, pemilik saham juga bisa memperoleh kerugian jika harga jual lebih rendah daripada harga beli.

Capital loss merupakan salah satu kerugian yang lazim terjadi dalam dunia investasi saham. Oleh sebab itu, penting bagi kamu sebagai pemilik saham mengetahui terlebih dulu tujuan dari investasi yang kamu lakukan demi mengurangi risiko ke depannya.

Suspensi

Risiko lainnya yang bisa kamu dapat adalah suspend (suspensi) yang dilakukan oleh pihak bursa efek. Apabila sebuah saham mendapat status suspend , kamu sebagai investor tidak dapat menjual saham tersebut sampai status tersebut dicabut.

Ada beberapa penyebab terjadinya suspensi saham. Di antaranya adalah harga saham yang turun drastis dalam waktu singkat, perusahaan yang dipailitkan oleh krediturnya, atau tidak terpenuhinya persyaratan dari pihak otoritas bursa, misalnya laporan keuangan.

Tidak mendapatkan dividen

Umumnya perusahaan membagi dividen ketika perusahaan menunjukkan kinerja yang baik. Namun ketika perusahaan mengalami penurunan kinerja atau merugi maka perusahaan tidak dapat membagikan dividen.

Risiko likuidasi

Jika Emiten bangkrut atau dilikuidasi, para pemegang saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban emiten dibayarkan. Kemungkinan terburuknya adalah jika tidak lagi aktiva yang tersisa, maka pemegang saham tidak akan memperoleh apa-apa.

Delisting

Karena beberapa alasan tertentu, saham dapat dihapus pencatatannya dari bursa (delisting) sehingga pada akhirnya saham tersebut tidak dapat diperdagangkan (menjadi tidak likuid).

Tips investasi untuk pemula

Agar kamu bisa mendapatkan keuntungan dari investasi saham, ada beberapa tips yang perlu kamu lakukan.

Tentukan tujuanmu investasi saham

Sebelum melakukan investasi saham, kamu harus mengetahui terlebih dulu apa tujuanmu berinvestasi. Misalnya, menyiapkan dana pensiun, mengumpulkan dana untuk keperluan DP rumah, atau tujuan lain.

Sesuaikan kondisi keuanganmu

Pastikan investasi saham sesuai dengan kemampuanmu. Jangan sampai memaksakan diri dengan nominal jutaan rupiah hanya karena tergiur dengan pencapaian orang lain bahkan sampai berutang. Ingatlah bahwa saham merupakan investasi dengan risiko yang cukup tinggi.

Pastikan memilih saham yang tepat

Ada banyak saham bagus, namun banyak juga yang kurang bagus. Untuk itu kamu harus bisa melakukan analisis dan mengenali saham mana saja yang bagus dan bisa naik nilainya di masa depan.

Pilih sekuritas dengan biaya kecil

Besaran biaya sekuritas biasanya 0,19 persen untuk pembelian dan 0,29 persen untuk penjualan. Namun, ada juga yang menetapkan 0,15 persen untuk pembelian dan 0,20 persen untuk penjualan. Pilih yang paling murah namun dengan layanan yang bagus.

Konsisten dan sabar

Kamu bisa mengawali belajar analisis saham dengan cara membaca portofolio setiap perusahaan yang masuk pilihan. Dengan mengetahui kekuatan fundamental perusahaan-perusahaan tersebut, kamu bisa menentukan mana saham yang baik dan bermanfaat untuk tujuan investasimu.

Mengingat investasi saham dengan jangka panjang akan lebih aman dan menguntungkan, kamu juga perlu menanamkan kesabaran. Jangan sampai karena terburu-buru ingin mendapatkan keuntungan, kamu salah langkah dan tujuan investasimu justru tidak tercapai.

Itu tadi langkah investasi saham untuk pemula yang bisa kamu terapkan. Semoga beruntung!

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.